115 Orang Dokter Gigi Ikuti Pelatihan Enumerator Riskesdas Gigi Dan Mulut Gelombang I di Bapelkes Semarang

Riskesdas merupakan survei berkala untuk memantau indikator kesehatan masyarakat. Berdasarkan World Health Assembly 60.17 tahun 2017 dan pendekatan riset WHOSTEPSwise, maka survei dasar kesehatan gigi dan mulut harus terintegrasi ke dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Hasil Riskesdas 2007, 2010 dan 2013 telah dimanfaatkan untuk perumusan kebijakan kesehatan di tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/ Kota.

Riskesdas 2018 akan diselenggarakan dengan tujuan untuk : (1) menilai perubahan IPKM hasil pembangunan kesehatan tingkat kabupaten/kota; (2) menilai perubahan indikator resiko terhadap derajat kesehatan tingkat Nasional, Provinsi dan kabupaten kota serta; (3) menilai perubahan indikator terkait derajat kesehatan tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota. (Sumber : Kerangka Acuan Pelatihan Enumerator Riskesdas Gigi dan Mulut 2018).

Pelatihan Enumerator Riskesdas Gigi dan Mulut Gelombang I telah dibuka oleh Kepala Bapelkes Semarang, Taufik Hidayat, SKM, M.Kes pada hari Selasa (12/3). Pembukaan bertempat di Auditorium Garuda Kantor 1 Bapelkes Semarang, Jalan Raya Pahlawan No. 1 Semarang. Ketua PDGI Wilayah Jawa Tengah dan beberapa fasilitator dari Jawa Tengah hadir pada Pembukaan Pelatihan ini. Peserta pelatihan terdiri dari dokter gigi di wilayah Jawa Tengah yang telah ditetapkan atau ditunjuk oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) bersama dengan Litbangkes Kementerian Kesehatan, berasal dari Kota Semarang, Kab. Semarang, Kota Surakarta, Kab Kendal, Kab/ Kota Pekalongan dan Kab. Grobogan dan Kab. Jepara. Peserta sejumlah 115 orang dibagi ke dalam 4 angkatan. Angkatan I sejumlah 30 orang, angkatan II sejumlah 29 orang, angkatan III sejumlah 28 orang dan angkatan IV sejumlah 28 orang.

drg. Arimbi, M, H.Kes selaku Ketua PDGI Jawa Tengah memberi semangat kepada para peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan hingga selesai dan pada saat pelaksanaan Riskesdas di lapangan.  Ketua Panitia, Sulkan, S.Kp,Ns dalam laporannya menyebutkan bahwa pelatihan dilaksanakan pada tanggal 11 – 16 Maret 2018 selama empat hari efektif dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 32 JPL. Tujuan umum dari pelatihan ini agar peserta mampu melakukan peran dan fungsi sebagai enumerator Riskesdas Gigi dan Mulut. (ar/rh)

Reply