HALAL BIHALAL BAPELKES SEMARANG 2018

Sejak pagi, para undangan sudah berdatangan di Auditorium Bapelkes Semarang di Salaman, Jalan Raya Salaman No. 48 Magelang. Bapelkes Semarang mengadakan acara Halal Bihalal dengan tema Taqwa dan Integritas Terbarukan dalam Momentum Suci Idul Fitri pada hari Kamis (28/6). Undangan yang menghadiri acara ini antara lain pegawai Bapelkes Semarang, pegawai purna bakti dan mantan Kepala Bapelkes Semarang, dr. Kartiko Waloedjono, M.Kes dan Taufik Hidayat, SKM, M.Kes. Selain itu turut hadir pula, perwakilan dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kab Magelang, PSMP Antasena Magelang dan Kebun Benih Hortikultura (KBH) Salaman serta mitra Bapelkes Semarang meliputi Balitbangkes Magelang, Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, Koramil dan Polsek.
Murcita, S.Pd, M.Kes sebagai Ketua Panitia mengatakan, “Kita sebagai umat yang beragama, bertaqwa dan berintegritas. Khususnya sebagai PNS sebagai pihak yang netral dalam bersikap terbarukan.” Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Erna Widi A. dan sari tilawah oleh Palupi Yuniyarti.
Taufik Hidayat, SKM, M.Kes dalam sambutannya berharap silaturahmi terhadap keluarga Bapelkes di Semarang dan Salaman tetap terjaga. “Saya mohon pamit dan mohon maaf kepada keluarga Bapelkes Semarang. Harapan kepada pimpinan yang baru, Bapelkes bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, “ pungkas mantan Kepala Bapelkes Semarang periode 2012 – 2018 ini.
Selanjutnya Kepala Bapelkes Semarang yang baru Emmilya Rosa, SKM, MKM memberikan sambutan. “Mudah-mudahan kita semua menjadi orang yang bertakwa dan berintegritas, karena merupakan kunci kehidupan. Saya hanya meminta kepada semua Bapak/Ibu, kita semua adalah keluarga, silaturahmi tetap terjaga, baik bagi mantan Kepala dan pegawai purna bakti,“ harap beliau.
KH Usman Ali dari Pondok Pesantren Al-Huda, Nepak Bulurejo Magelang memberikan tausiyah kepada seluruh undangan yang hadir. Dalam tausiyahnya, disebutkan bahwa orang merasa positif jika melakukan kebaikan, dan merasa berat jika melakukan hal maksiat. Allah menyatakan dalam Al-Qur’an, bahwa tidak sama sesuatu yang baik dan jelek, kotor dan bersih, bengkong dan lurus, sekalipun sesuatu yang jelek lebih menarik dari yang baik. Sumpah setan yaitu satu kemaksiatan berasa indah, sedangkan satu kebaikan terasa berat. Orang cerdas adalah orang yang bisa memerangi hawa nafsu.
“Ketika langkah selalu positif, kita bisa mengalahkan setan. Sebaliknya, jika langkah selalu negatif, berarti kita kalah dengan setan. Kalau kita ingin menjadi orang baik, hati kita harus berusaha dari pagi hingga malam dan seterusnya. Kalau hati kita ingin baik, makanan yang masuk di dalam tubuh kita harus makanan halal yang diperoleh dengan cara halal. Dengan hati yang baik, seseorang dapat berkelakuan yang baik dan dari wajahnya terpancar aura yang bagus. Dan yang terakhir, kita bergaul dengan orang dan lingkungan yang baik/ sholeh. Untuk mewujudkan itu semua, sebagai seorang ASN, melakukan tiga hal berikut : Bekerja yang baik sesuai jam kerja, disiplin dan tidak korupsi, baik uang maupun waktu,“ jelas KH Usman Ali. Dalam acara ini juga diberikan kenang-kenangan kepada pegawai purna bakti, Ayub Nuryanto dan Dony Asmain, S.Pd. (ar/rh)

Reply