Pembukaan Pelatihan Keluarga Sehat Angkatan I Dan II Bapelkes Semarang

Sebanyak 60 orang pegawai Puskesmas dari beberapa Puskesmas di tujuh kabupaten/ kota se – Jawa Tengah mengikuti Pembukaan Pelatihan Keluarga Sehat pada hari Selasa tanggal 6 Maret 2018 Pukul 08.00 WIB bertempat di Bapelkes Semarang Kantor 2, Jalan Raya Salaman No. 48 Magelang. Pelatihan dibuka oleh Rasa Harbakti, SKM, M.Kes, selaku Kasubbag Tata Usaha didampingi Kasie Diklat, Sulkan S.Kp, Ns dan pengendali pelatihan, Meita Darmiastuty, SKM, M.Kes. Latar belakang peserta meliputi tenaga medis, keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, dan farmasi. Peserta Angkatan 1 dan 2 ini berasal dari Puskesmas  Jayengan Surakarta, Simo Boyolali, Juwangi Boyolali, Mertoyudan Kab. Magelang, Mondokan Sragen, Plupuh II Sragen, Buluspesantren II Kebumen, Kebakkramat II Karanganyar, Mojogedang I Karanganyar, Poncowarno Kebumen, Tepusan Temanggung dan Tlogomulyo Temanggung.

Ketua Panitia, Sulkan, S,Kp, Ns dalam laporannya menyebutkan bahwa pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari efektif atau 30 jam pelajaran, waktu pelaksanaan dimulai tanggal 5 – 9 Maret 2018. Tujuan umum dari pelatihan ini, peserta mampu melakukan pembinaan terhadap keluarga di wilayah kerja Puskesmas. Sedangkan tujuan khususnya, peserta mampu menjelaskan pelayanan KIA, pelayanan gizi, pelayanan penyakit menular (Tuberculosis), pelayanan penyakit tidak menular, pemantauan sanitasi lingkungan di keluarga, melakukan komunikasi efektif, dan melakukan manajemen pendekatan keluarga.

Dalam pembukaan Diklat tersebut, Rasa Harbakti, SKM, M.Kes selaku Kasubbag Tata Usaha mewakili Kepala Bapelkes membacakan sambutan tertulis Kepala Badan PPSDM Kemenkes RI. Dalam sambutannya, dijelaskan bahwa Program Indonesia Sehat terdiri dari tiga pilar yaitu Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pilar Paradigma Sehat merupakan upaya Kementerian Kesehatan untuk merubah pola pikir stakeholder dan masyarakat dalam pembangunan kesehatan, dengan peningkatan upaya promotif – preventif, pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan keluarga, peningkatan keterlibatan lintas sektor dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Pilar Penguatan Pelayanan Kesehatan dimaksudkan untuk menjamin keterjangkauan dan mutu pelayanan kesehatan, Sedangkan pilar Jaminan Kesehatan (JKN) dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik Penerima Bantuan Iuran (PBI) ataupun Non-PBI. Penerapan pilar paradigma, salah satu pilar dilaksanakan melalui dua upaya. Untuk program kesehatan dilakukan melalui Pendekatan Keluarga, sedangkan program lintas sektor, yang diperlukan karena sektor kesehatan tidak mampu bekerja sendiri, dilaksanakan dengan Gerakan Hidup Sehat. Kedua upaya ini akan saling menunjang saling memperkuat sehingga tujuan dapat tercapai.

Dalam mendukung pelaksanaan keluarga maka Pusat Pelatihan SDM Kesehatan melakukan Pelatihan Keluarga Sehat yang merupakan program Kementerian Kesehatan sesuai dengan Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2015 – 2019 pada Keputusan Menkes RI No.HK.02.02/Menkes/52/2015. Pasca pelatihan, maka Puskesmas Lokus segera dapat mengimplementasikan manajemen pendekatan keluarga mulai dari pendataan, identifikasi, analisis dan maintenance serta dapat tercapai total coverage sehingga permasalahan yang ada di keluarga dan masyarakat binaan wilayah khususnya dapat ditindaklanjuti. Pendataan keluarga bukan hanya pendataan namun suatu metode pendekatan yang dapat digunakan untuk semua program yang ada di Puskesmas.(ar/rh)

 

Reply